Aturan Puasa Ramadhan Dengan Bukti

Bulan diberkati Ramadhan adalah hanya kira-kira sudut. Kita perlu mempersiapkan diri kita untuk terima bulan ini bersama dengan tulus di dalam puasa dan doa malam kita, supaya kita dapat terima pahala pengampunan dan surga seluruhnya berasal dari Allah ﷻ Aameen.

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an apa yang dapat ditafsirkan sebagai, “Hai kamu yang beriman, puasa ditentukan untuk kamu seperti yang ditentukan untuk orang-orang sebelum saat kamu supaya kamu dapat raih Taqwaa (kebenaran, kuatir dapat Tuhan).” [ Suratul-Baqarah, ayat 183 ]

Nabi Muhammad berbicara ﷺ, “Barangsiapa yang merayakan puasa sepanjang bulan Ramadhan, (sementara) beriman kepada Allah dan melacak ganjaran-Nya, dosa-dosa era lalunya dapat diampuni.” [Dilaporkan oleh Imaams Bukhaari, Muslim dan lainnya]

Puasa bulan Ramadhan adalah salah bimbingan baca quran online satu pilar utama Islaam. Ini adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang waras dan sehat yang udah raih pubertas dan tidak bepergian sepanjang era puasa. Sedangkan untuk wanita, mereka tidak boleh berpuasa kalau mereka tengah menstruasi atau mengalami pendarahan pasca melahirkan.

Kedatangan Ramadhan

Ada dua cara untuk mengkonfirmasi apakah bulan Ramadan udah tiba atau belum, atau keduanya cukup untuk mengkonfirmasi permulaan bulan Ramadhan . Cara pertama untuk memilih awal Ramadhan adalah untuk setidaknya satu orang yang dapat dipercaya untuk mengamati bulan sabit, sehabis matahari terbenam pada hari ke-29 bulan Sha’baan . Jika bulan sabit tidak terlihat, maka kita perlu merampungkan tiga puluh hari berasal dari bulan Sha’baan sebelum saat kita dapat menjadi berpuasa.

Ibnu Umar ﷸ ﷷ berkata: “Orang-orang melacak bulan sabit dan kala aku melaporkan kepada Rasulullah bahwa aku udah melihatnya, ia berpuasa dan memerintahkan orang untuk berpuasa.” [Dilaporkan oleh Imaam Abu Dawud dan lainnya]

Abu Hurairah ﷸ ﷷ melaporkan bahwa nabi ﷺ berkata, “Cepat sehabis Anda melihatnya (bulan sabit baru) dan mengakhiri puasa (pada akhir bulan) kala Anda melihatnya lagi. Jika tersembunyi berasal dari Anda, maka tunggu hingga tiga puluh hari Sha’ban udah berlalu. ” [Dilaporkan oleh Imaams Bukhaari dan Muslim]

Menurut mayoritas ahli hukum meliputi: para Hanafi, Maalikis, dan Hanbalis. Tidak persoalan kalau bulan sabit keluar di wilayah yang berbeda. Dengan kata lain, sehabis bulan sabit keluar di mana pun di dunia, jadi kewajiban bagi semua Muslim untuk mengawali puasa, seperti yang dikatakan nabi ﷺ: “Puasa gara-gara penglihatan dan berbuka puasa gara-gara penglihatan itu.” Ini hadits adalah alamat umum diarahkan untuk semua Muslim Ummaah , yaitu, kalau salah satu berasal dari Anda lihat bulan sabit di tempat, maka itu dapat jadi konfirmasi untuk semua orang.

Namun, sebagian ulama seperti Imaam Ash-Shaaf’i berpendapat bahwa setiap area hanya perlu memperhitungkan penampakan lokal mereka sendiri dan tidak diharuskan untuk mengikuti penampakan area lain.

Elemen-elemen Esensial berasal dari Puasa

Ada dua elemen penting supaya puasa Anda valid dan diterima. Mereka:

Niat: Anda perlu mempunyai kemauan untuk berpuasa sebelum saat fajar (fajar) setiap malam sepanjang bulan Ramadhan . Nabi Muhammad berbicara ﷺ, “Barangsiapa yang tidak mempunyai kemauan untuk berpuasa sebelum saat Subuh, maka tidak ada puasa baginya.” [Dilaporkan oleh Imaams At-Tirmidzi, An-Nasaa’ee dan Abuu Dawud] Nabi Muhammad said terhitung mengatakan, “Tindakan diadili cocok bersama dengan kemauan di belakang mereka …” [Dilaporkan oleh Imaams Bukhaari dan Muslim]

Niat tidak perlu diucapkan, gara-gara pada sesungguhnya itu adalah tindakan hati, yang tidak melibatkan lidah. Itu dapat dipenuhi oleh kemauan seseorang berasal dari hati untuk berpuasa berasal dari ketaatan kepada Allah ﷻ, melacak kesenangan-Nya.

Tidak Melakukan Perbuatan yang Meniadakan Puasa: Elemen penting kedua supaya puasa Anda dapat di terima adalah bahwa Anda abstain berasal dari tindakan yang membatalkan puasa berasal dari fajar hingga matahari terbenam. Allaah ﷻ menyebutkan di dalam Al – Qur’an apa yang dapat ditafsirkan sebagai, “Adalah sah bagi Anda untuk laksanakan interaksi seksual bersama dengan istri Anda pada malam puasa … Dan makan dan minum hingga benang putih (cahaya) fajar bagimu berbeda berasal dari utas hitam (kegelapan malam). ” [ Suratul-Baqarah, ayat 187 ]

Jika Anda menjaga dua elemen penting ini sepanjang puasa, maka puasa Anda dapat valid dan diterima.

Enam Tindakan yang Memvalidasi Puasa

Semua sarjana udah sepakat bahwa tindakan berikut dapat membatalkan puasa. Mereka:

Makan atau Minum yang Disengaja: Jika seseorang makan atau minum gara-gara kelupaan, kesalahan atau paksaan, maka puasanya masih berlaku dan perlu konsisten berpuasa. Nabi ﷺ berkata: “Jika ada di antara kamu yang makan dan minum gara-gara kelupaan, maka biarkan dia merampungkan puasanya, gara-gara sesungguhnya Allah yang memberinya makanan dan minuman.” [Dilaporkan oleh Imaams Bukhaari dan Muslim] Nabi ﷺ terhitung mengatakan: “Allah udah memaafkan umatku untuk tindakan yang udah mereka laksanakan gara-gara kesalahan, kelupaan, dan untuk apa pun yang terpaksa mereka lakukan.” [Dilaporkan oleh Imaams Al-Haakim dan Ad-Daraqatni]
Muntah yang Disengaja: Jika seseorang diatasi oleh permohonan untuk muntah, dan muntah secara tidak sengaja, maka ia perlu konsisten berpuasa. Jika seseorang memilih untuk muntah, gara-gara alasan apa pun, maka puasanya dapat jadi tidak valid. Nabi ﷺ berkata: “Barangsiapa yang diliputi oleh muntah, maka tidak ada pendamaian yang dituntut darinya, tetapi siapa pun yang muntah bersama dengan sengaja kemudian membiarkannya menebusnya.” [Dilaporkan oleh Imam Abu Daawud, At-Tirmidzi, Ibn Maajah dan Ahmad]

Hubungan Seksual Disengaja: Jika seseorang laksanakan interaksi seksual maka ia perlu laksanakan kaffaarah , penebusan (Puasa konsisten menerus sepanjang enam puluh hari. Jika tidak mampu, seseorang perlu memberi makan enam puluh orang miskin). Seorang pria berkunjung kepada nabi dan berkata: Wahai Rasul Allah, aku hancur. Saya laksanakan interaksi seksual bersama dengan istri aku sepanjang bulan Ramadhan . Nabi ﷺ berkata: “Apakah kamu dapat membebaskan seorang budak?” Pria itu berkata: “Tidak.” Nabi ﷺ bertanya: “Apakah Anda dapat berpuasa dua bulan secara berurutan?” Pria itu menjawab lagi: “Tidak.” Nabi ﷺ lantas bertanya; “Apakah kamu dapat memberi makan enam puluh orang miskin?” Lagi, pria itu berkata: “Tidak.” Nabi ﷺ berkata: “Kalau begitu, duduklah.” Jadi dia duduk. Kemudian sekeranjang besar daun palem memuat kurma dibawa ke nabi ﷺ dan dia berkata: “Berikan ini di dalam amal.” Pria itu kemudian berkata: Tidak ada seorang pun di antara kedua belah pihak (Al-Madinah) yang lebih miskin berasal dari kita. Jadi nabi ﷺ tersenyum hingga gerahamnya keluar dan berkata: “Ambil dan beri makan untuk keluargamu.” [Dilaporkan oleh Imaams Bukhaari dan Muslim]

Pendarahan Menstruasi & Melahirkan Membatalkan Puasa: Puasa jadi tidak sah sepanjang pendarahan menstruasi atau pasca melahirkan. Bahkan kalau pendarahan seperti itu diawali pas sebelum saat matahari terbenam, puasa hari itu tidak valid dan hari itu perlu dibuat. Aa’ishah ﷸ ﷷ berkata: “(Menstruasi) biasa berjalan pada kita (wanita) kala nabi masih hidup dan jadi kita diperintahkan (oleh nabi) untuk mengakibatkan puasa yang terlewat, tetapi kita tidak dulu diperintahkan untuk mengakibatkan doa yang terlewat. ” [Dilaporkan oleh Imaams Bukhaari dan Muslim]

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *